Bab 01 : Grup Alumni SmansaLang
Setelah sekian lamanya tak ada kabar, dan saat kemajuan teknologi semakin canggih untuk mendekatkan yang jauh, saat sedang populernya aplikasi bernama WhatsAap (WA) di hape, begitu mudahnya kita untuk terhubung satu sama lain.
Entah bagaimana mulanya saya lupa, yang jelas saat itu posisi saya pas sedang sendiri mengurus bayi di rumah pasca ditinggal ibu, merasa terisolasi, kesepian, lalu sepertinya tiba-tiba saja nomor WA saya dimasukkan ke dalam sebuah grup yang ternyata adalah grup alumni SMA saya dulu. Mendadak ada keharuan yang dalam, nostalgia masa-masa lalu. Setelahnya hape saya pun menjadi sangat ramai.
Awalnya saya dimasukkan ke dalam grup campuran, ya pokoknya siapa saja alumni SMA 1 Pemalang angkatan 2005 masuk ke situ. Laki-laki, perempuan semua masuk grup. Percakapan seru pun berlangsung, mengingat-ngingat jaman dulu. Tak jarang akhirnya banyak yang left grup dengan alasan hape ngehang tak kuat mengikuti chat arus deras.
Lalu, saya ditawari untuk masuk grup khusus ibu-ibu alias emak-emak saja, no Bapak-bapak. Tanpa pikir dua kali saya pun langsung mengiyakan tawaran itu. Di grup emak-emak ini, tentunya lebih tertata dan lebih bebas obrolannya antar sesama kaum hawa ya. Lebih enak pokoknya.
Kemudian, tiba-tiba lagi muncul grup alumni Gurita, Gugusan IPA Tiga, grup alumni yang isinya khusus murid-murid kelas IPA 3 dimana saya berada dulu.Wah, kalau begitu, akhirnya saya memutuskan left grup alumni yang besar saja.
Tak berapa lama kemudian, ada tawaran lagi masuk grup Alumni SMP. Wah, saya tanpa pikir panjang menolak. Sudah cukuplah bagi saya. Soalnya kebanyakan teman-teman SMP saya dulu banyak yang satu SMA dengan saya, jadi ya sama saja nanti isinya.
Kebetulan memang beberapa bulan lagi momen Ramadhan dan lebaran, yang artinya banyak agenda reunian. Biasanya yang banyak dibahas itu. Sayangnya saat harinya tiba, saya sendiri tidak bisa menghadiri agenda reunian manapun karena kebetulan ada dua agenda besar keluarga saya sendiri, yaitu pernikahan Bapak saya dan juga adik ipar saya.
Nah begitulah adanya. Saya bersyukur sekali. Allah Maha baik dengan saya. Di saat saya kesepian mengurus bayi sendiri, Allah hadirkan kawan-kawan lama saya lewat hape, yang menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Bisa bercakap-cakap dengan teman walaupun via hape paling tidak bisa menjadi sarana untuk menjaga kewarasan diri saya, hehehe...
Entah bagaimana mulanya saya lupa, yang jelas saat itu posisi saya pas sedang sendiri mengurus bayi di rumah pasca ditinggal ibu, merasa terisolasi, kesepian, lalu sepertinya tiba-tiba saja nomor WA saya dimasukkan ke dalam sebuah grup yang ternyata adalah grup alumni SMA saya dulu. Mendadak ada keharuan yang dalam, nostalgia masa-masa lalu. Setelahnya hape saya pun menjadi sangat ramai.
Awalnya saya dimasukkan ke dalam grup campuran, ya pokoknya siapa saja alumni SMA 1 Pemalang angkatan 2005 masuk ke situ. Laki-laki, perempuan semua masuk grup. Percakapan seru pun berlangsung, mengingat-ngingat jaman dulu. Tak jarang akhirnya banyak yang left grup dengan alasan hape ngehang tak kuat mengikuti chat arus deras.
Lalu, saya ditawari untuk masuk grup khusus ibu-ibu alias emak-emak saja, no Bapak-bapak. Tanpa pikir dua kali saya pun langsung mengiyakan tawaran itu. Di grup emak-emak ini, tentunya lebih tertata dan lebih bebas obrolannya antar sesama kaum hawa ya. Lebih enak pokoknya.
Kemudian, tiba-tiba lagi muncul grup alumni Gurita, Gugusan IPA Tiga, grup alumni yang isinya khusus murid-murid kelas IPA 3 dimana saya berada dulu.Wah, kalau begitu, akhirnya saya memutuskan left grup alumni yang besar saja.
Tak berapa lama kemudian, ada tawaran lagi masuk grup Alumni SMP. Wah, saya tanpa pikir panjang menolak. Sudah cukuplah bagi saya. Soalnya kebanyakan teman-teman SMP saya dulu banyak yang satu SMA dengan saya, jadi ya sama saja nanti isinya.
Kebetulan memang beberapa bulan lagi momen Ramadhan dan lebaran, yang artinya banyak agenda reunian. Biasanya yang banyak dibahas itu. Sayangnya saat harinya tiba, saya sendiri tidak bisa menghadiri agenda reunian manapun karena kebetulan ada dua agenda besar keluarga saya sendiri, yaitu pernikahan Bapak saya dan juga adik ipar saya.
Nah begitulah adanya. Saya bersyukur sekali. Allah Maha baik dengan saya. Di saat saya kesepian mengurus bayi sendiri, Allah hadirkan kawan-kawan lama saya lewat hape, yang menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Bisa bercakap-cakap dengan teman walaupun via hape paling tidak bisa menjadi sarana untuk menjaga kewarasan diri saya, hehehe...
Komentar
Posting Komentar