Postingan

Menampilkan postingan dengan label setelah kelahiran

Bab 06 : Belajar Jualan Online

 A wal mulanya, saya melihat banyak sekali barang-barang kado untuk anak saya yang tidak terpakai, seperti bedak. Ya, jujur sejak kecil sampai sekarang, saya tak pernah memakaikan beda tabur bayi apapun pada Haya. Alasan saya, debunya itu loh, bikin batuk trus belepotan kemana-mana. Trus kadang kenapa sih anak-anak kecil yang habis mandi itu kalo dibedakin pasti cemong-cemong kaya topeng monyet? Eh.. uppss.. mohon maaf ya. Jujur, saya pribadi tak habis pikir. Dan kalau saya sama temen-temen dulu, paling-paling jawabannya mentok, “Ya, biar kelihatan kalau habis mandi aja,” sepertinya itu dan okelah, saya terima saja jawabannya walau sampai sekarang masih ada rasa nggak puas di hati. Saat itu, saya cuma berfikir, bagaimana agar barang-barang yang bagus ini tapi nggak terpakai oleh saya nggak mubadzir. Lalu saya teringat sama Abang penjual balon di depan Puskesmas yang kebetulan cukup dekat letaknya dengan rumah saya. Waktu itu, saya pikir mau nitip jualan sama Abangnya, barang-bara...

Bab 05 : Belanja Online

Nah, setelah banyak belajar beragam tips-tips seputar pengasuhan anak, parenting, menjadi seorang ibu baru, saya juga akhirnya belajar belanja online lewat instagram, dimana ternyata ada akun khusus buat jualan. Duh, yang namanya emak pasti mupeng ya, liat barang-barang buat anak, terutama mainan (kalau buat saya), buat sebagaian besar yang lain sih mungkin baju-baju anak, terutama anak perempuan tapi saya sendiri kurang suka beli baju online, takut bahannya nggak sesuai. Namun ya apa daya, akhirnya pun karena keadaan mulai beli baju-baju online juga, khususnya baju menyusui model terkini yang cuma bukaan bagian dada aja. Waow banget ini. Begitulah, saya mulai kecanduan belanja online, wkwkwkw.. yang tadinya lewat instagram, lalu mulai belanja lewat Shopee dengan iming-iming gratis ongkir. Mantap banget kan mak.. Yiihaaa… Saat itu, kebanyakan barang yang saya beli adalah, mainan anak, buku-buku parenting dan buku anak, asi booster mulai dari camilan sampai minuman, baju-baju menyus...

Bab 04 : Belajar lewat Instagram

Baiklah, lanjut bab berikutnya yaa.. Menjadi seorang Ibu baru, yang benar-benar mengasuh anak, bayi merah sendiri, tanpa ada yang menemani, cuma Bapak saja di rumah yang juga ya, masih sama-sama berjuang, juga adik saya, dan suami yang juga sama-sama berjuang di kota Semarang saya, membuat saya harus memaksa diri saya untuk terus belajar, bagaimanapun caranya. Beruntung di jaman now ini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, saya merasa sangat terbantu sekali. Saya pun mulai mengenal instagram dan belajar menjadi ibu baru lewat instagram. Maksudnya? Ya, ternyata banyak ibu-ibu muda juga seperti saya yang mengunggah foto-foto dan juga tips-tips mengenai bagaimana mengasuh anak bayi. Nah, saya belajar lewat situ. Saya mencari tahu tentang mengatasi bayi yang terus menangis, membuat bayi cegukan setelah menyusui, cara menggendong bayi yang benar, sampai mulai MPASI, lalu tentang menstimulasi bayi usia 0-3 bulan. Apalagi saat bayi saya sakit batuk dan pilek untuk pertama k...

Bab 03 : Grup Ruang Menulis

Grup Ruang Menulis adalah grup Irisan dari Grup FIB SMANSA 05. Membernya adalah beberapa emak yang memang tertarik untuk mengasah diri dalam dunia kepenulisan.Tak banyak yang masuk grup ini walaupun sukarela tanpa paksaan. Ya, mungkin karena memang ada komitmen untuk bisa mempublikasikan tulisan, jadi memang bagi yang tak terbiasa menulis, kesannya jadi agak berat. Bismillah, saya ingin menantang diri saya sendiri untuk bisa belajar menulis lebih baik lagi jadi saya memberanikan diri masuk ke dalam grup ini. Digawangi oleh teman saya, Phalupi Apik yang seorang momblogger, grup Ruang Menulis ini terjadwal selama tiga bulanan dengan materi seputar kepenulisan, sharing info seputar fiksi, flash fiction, true flash story, sampai membahas tentang blog. Ada juga nara sumber yang diundang dari luar grup. Intinya disini kami dipaksa untuk bisa konsisten menulis sambil belajar menghasilkan tulisan yang baik dan bermutu. Oleh karenanya lahirlah blog saya yang pertama yaitu www.ninenindya.blo...

Bab 02 : Grup FIB (Forum Ibu Berdiskusi) SMANSA 05

Proses pembelajaran saya sebagai seorang ibu baru didukung oleh kawan-kawan lama saya dulu saat SMA yang tergabung dalam grup alumni emak-emak SmansaLang yang bernama FIB (Forum Ibu Berdiskusi) SMANSA 05. Disini, saya benar-benar belajar banyak hal lewat diskusi dengan teman-teman saya sesama emak-emak. Ada yang baru punya anak seperti saya, ada yang sudah beranak tiga, dan ada pula yang sedang mengandung, menanti momongan, bahkan ada yang masih menanti jodoh. Tapi, semuanya belajar bersama disini. Belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi seorang wanita, ibu dan istri yang baik bagi keluarga. Disini, ada admin grup yaitu salah satunya Heppy yang mengkoordinasi pembelajaran dengan sharing info. Seperti biasa, awal-awal grup baru ini ramai, semarak. Agenda diskusi dan sharingnya terjadwal dengan baik. Lama-lama, ya kadang sepi. Memang, semua itu ada masanya sendiri. Namun yang pasti, di grup ini saya mendapat banyak sekali tambahan info yang bermanfaat, nah salah satunya ...

Bab 01 : Grup Alumni SmansaLang

Setelah sekian lamanya tak ada kabar, dan saat kemajuan teknologi semakin canggih untuk mendekatkan yang jauh, saat sedang populernya aplikasi bernama WhatsAap (WA) di hape, begitu mudahnya kita untuk terhubung satu sama lain. Entah bagaimana mulanya saya lupa, yang jelas saat itu posisi saya pas sedang sendiri mengurus bayi di rumah pasca ditinggal ibu, merasa terisolasi, kesepian, lalu sepertinya tiba-tiba saja nomor WA saya dimasukkan ke dalam sebuah grup yang ternyata adalah grup alumni SMA saya dulu. Mendadak ada keharuan yang dalam, nostalgia masa-masa lalu. Setelahnya hape saya pun menjadi sangat ramai. Awalnya saya dimasukkan ke dalam grup campuran, ya pokoknya siapa saja alumni SMA 1 Pemalang angkatan 2005 masuk ke situ. Laki-laki, perempuan semua masuk grup. Percakapan seru pun berlangsung, mengingat-ngingat jaman dulu. Tak jarang akhirnya banyak yang left grup dengan alasan hape ngehang tak kuat mengikuti chat arus deras. Lalu, saya ditawari untuk masuk grup khusus ibu...