Bab 09 : Komunitas Ibu Profesional Semarang (KIPS)
Setelah lulus dari kelas Matrikulasi “OASE” Batch #5 Jateng, tahap selanjutnya adalah Kelas Bunda Sayang. Namun, seperti biasa, kami pun harus cepat mendaftar kemudian bersabar karena harus antri. Saya saja akhirnya tidak langsung bisa mendaftar ke Kelas Bunsa Sayang melainkan harus menunggu periode berikutnya. Namun, apapun itu insyaAllah yang terbaik bagi semua. Amiin..
Nah, saat waktu menunggu ke Kelas Bunda Sayang itulah kami telah resmi masuk menjadi member Komunitas Ibu Profesional Semarang (KIPS), tempatnya para member semua angkatan berkumpul disini. Tapi, tetap saja ya, yang duluan masuk atau yang belakangan masuk, statusnya sama, semua guru, semua murid, taka da yang lebih pintar, semua saling berbagi.
Di grup ini kami juga membahas beragam hal, dan yang paling seru kalau ada jadwal kopdar atau event offline, biasanya playdate anak-anak. Senang bisa berkumpul live walau tak semua bisa ikutan.
Kemudian, selain itu ada juga rumble atau rumble belajar, untuk mewadahi para member dengan minat yang sama. Di KIPS ini ada 6 rumbel yaitu rumbel Cooking Baking, Rumbel Herbal, Rumbel Desain, Rumbel Crafting, Rumbel English dan Rumbel Literasi Media. Semua member hanya boleh memilih dua rumbel saja, tidak boleh lebih, tapi kalau tidak mau ikut rumbel manapun juga boleh, karena ini sifatnya tidak wajib, hanya sebagai sarana untuk mengembangka dan menambah wawasan para ibu yang mempunyai minat di bidang tertentu. Misal, ingin belajar masak, maka berkumpullah dengan para chef dan orang-orang yang tertarik belajar masak memasak di rumbel Cooking Baking.
Saya awalnya memilih rumbel Cooking Baking dan Herbal. Kemudian, di tahun kedua saya pindah ke RUmbel Desain dan Herbal. Oh ya kita boleh mengajukan pindah rumbel, biasanya pada saat berakhirnya kelas Matrikulasi yang berarti menambah member KIPS yang baru. Jadi, pindahannya sekalian pada saat memasukkan member yang baru.
Oh ya di KIPS ini tentu saja ada susunan kepengurusannya ya, dan itu dibuka kepada para member yang tertarik belajar lebih dalam di keorganisasian. Tidak ada tunjuk menunjuk, semua murni kesadaran sendiri untuk mendaftar menjadi pengurus KIPS. Dulu, saya sempat bergabung dengan Dapur KIPS sebagai sie Dana Usaha, namun tak lama, karena saya saat itu belum bisa benar-benar focus memegang amanah tersebut dan akhirnya saya memutuskan mengundurkan diri saat aada pergantian pengurus yang baru dan focus untuk belajar di Kelas Bunsay lebih dulu.
Komentar
Posting Komentar