Postingan

Bab 19 : Pertemuan Pertama dengan Ustadz AdeMS

Setelah mencari tahu tentang penggiat STIFIn yang masih aktif di kota Semarang ini dan dekat dari wilayah saya tinggal, saya menemukan data dan kontak tentang Pak AdeMS atau biasa juga disapa Ustadz AdeMS. Beliau membubuhkan nomor kontaknya di jejaring social. Saya mencoba menghubunginya dan Alhamdulillah ternyata masih aktif. Singkat cerita, saya dan Ustadz AdeMS janjian untuk bertemu di rumah beliau yang menurut saya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya sekarang, yaitu dekat daerah Kuil Sam Poo Kong berada. Beliau meminta bertemu siang, karena teryata jadwal beliau cukup padat juga masyaAllah. Saya bersyukur beliau masih meluangkan waktu untu menemui saya. Dan memang terkadang beliau juga membuka sesi konsultasi untuk siapa saja yang membutuhkan. Setelah kami berbincang lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa beliau lebih pakar di bidang grafologi. Jadi beliau ini ternyata seorang grafolog yang telah tersertifikasi sekaligus pakar STIFIn juga. Alhamdulillah komplet sudah deh....

Bab 18 : Belajar STIFIn

  Saya masih terus belajar menggali tentang diri saya, bakat dan potensi saya yang sebenarnya hingga akhirnya pencarian saya berujung pada salah satu ilmu pengenalan bakat dan diri dengan metode pengenalan sidik jari, yaitu STIFIn yang merupakan akronim dari Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting yang merupakan lima potensi dasar yang ada pada diri manusia berdasar tes bakat menggunakan kesepuluh sidik jari yang ada pada tangan manusia. Saya melahap semua bacaan tentang STIFIn lewat akun-akun instagram yang berkaitan dengan STIFIn, kemudian melakukan penelusuran lewat website untuk mencari tahu tentang Training STIFIn di Semarang serta jejak pakar STIFIn yang tinggal di dekat wilayah kediaman saya. Alhamdulillah, ada dan saya menemukannya dan beliau masih termasuk pegiat ilmu STIFIn. Alhamdulillah. Beliau adalah Pak AdeMs atau terkadang dipanggil juga dengan sebutan ustadz Ade karena beliau termasuk aktif mengisi kajian-kajian rutin di masyarakat.    

Bab 17 : Training Jiwa di Hotel Semesta Semarang

S etelah tahu bahwa dr. Dedy Susanto PJ mengadakan sebuah training Detox Jiwa, pengen ikut dong pastinya, sama penasaran kaya apa sih trainingnya ini. Ya Allah.. pengiin banged bisa ikut tapi budged masih terbatas juga. Qadarullah melalui scenario yang tak terduga saya terhubung langsung sama Pak Dedy, bahagia banget deh. Yang akhirnya saya bisa ikutan training Detox Jiwa ini yang diadain di Hotel Semesta Semarang pada tanggal 2 Maret 2019. Nah, acaranya kebetulan siang ternyata sampai sore, jadi Alhamdulillah paginya masih bisa ikut seminar parenting sama teman-teman komunitas YukJoss Abah Ihsan di SD Bintang Juara. Habis itu cuzz pergi ke tempat seminar di Hotel Semesta. Oh ya hari ini udah diijinin suami buat pergi seharian dari pagi sampe sore ya, suami yang jagain anak di rumah. Insya Allah bisa jalan-jalan dengan tenang seharian karena Alhamdulillah bersyukur sekali punya suami yang very high qualified dalam urusan jaga rumah dan jaga anak. Nah, pas mau ke Hotel Semesta nih, ...

Bab 16 : Belajar Psikolog dari dr. Dedy Susanto PJ

Dari dulu, saya tertarik sama ilmu psikologi tapi memang nggak terlalu ingin mendalaminya kaya sengaja ambil kuliah jurusan psikologi, gitu. Enggak. Pengen aja mendalami psikologi tapi belajar sendiri atau autodidak, baik lewat buku-buku, video dan media lain. Nah, waktu kuliah itu, ilmu psikologinya lebih kepada pengembangan diri sendiri. Tapi, setelah menikah, saya merasa butuh info tentang ilmu psikologi yang lebih kompleks. Alhamdulillah nih ketemu jawabannya di akun instagram dr. Dedy Susanto PJ. Dokter muda yang masih single tapi ahli jiwa banget. Cerdas dan ramah serta ramah bin pengertian. Beliau sharing-sharing ilmu lewat akun instagramnya. Yuk sila follow sendiri dan kepoin lebih lanjut yaa.. Saya ikutin deh ilmu-ilmu yang beliau posting disitu dan bener banget dan itu juga banyak terjadi pada kebanyakan orang. Saya sarankan bagi yang belum menikah emang harus banyak belajar ilmu kaya begini, terutama para laki-laki, jangan gengsian ya. Ya, pokoknya bersyukur banget tah...

Bab 15 : Tentang Wisuda

Well, wisuda disini artinya lulus dari Perguruan Tinggi ya, karena model sekarang itu, sudah dari TK pun pakai istilah wisuda, pake selempang dan pakai toga. Entah siapa yang memulai trend ini, saya juga tidak tahu. Mungkin ini juga buat affirmasi posotif agar anak kelak selalu termotivasi untuk sekolah dan segera lulus dan diwisuda, mulai dr jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Baik, saya bahas bagian ini karena cukup panjang kehidupan saya berkutat disini. Wisuda demi wisuda yang saya lalui, saya hadiri. Wisuda Om Bim (adik kandung saya), Wisuda Om Arul (adik tiri saya) dan Wisuda Suami (Ayahnya Haya). Setiap orang bebas berpendapat dan mengutarakan pendapatnya, asal dengan sopan, santun dan beradab. Berbicara tentang wisuda, sudah pastilah terkait dengan dunia perkuliahan, alias belajar di perguruan tinggi. Jujur saja, bagi saya pribadi, pendidikan formal maksud saya belajar di sekola ini, itu sebenarnya kalau mau jujur, dari dulu tak pernah menarik minat saya. ...

Bab 14 : Tentang Pernikahan

Hmm.. saya ingin membahas tentang ini, tentang pernikahan dalam hidup saya. Baik pernikahan saya sendiri maupun orang lain, maksudku keluarga. Banyak hal.. tapi sepertinya kali ini belum siap. Kapan-kapan dilanjut.. Tentang Pernikahanku sendiri, Pernikahan Bapak yang kedua, dan Pernikahan adikku semata wayang.

Bab 13 : Eksekusi Konmari Part 2 (Pemalang)

Well, kenapa harus ada Eksekusi Konmari Part 2? Karena barang-barang saya juga masih banyak yang ada di Pemalang dan itu juga perlu dibenahi. Terutama buku-buku dan beberapa baju-baju. Jadi, pada kesempatan saat saya lumayan lama di Pemalang, saya pun mulai beberes. Beruntung saya mendapat teman yang cocok untuk menemani saya mengeksekusi buku-buku saya. Dia adalah Egi, seorang pekerja social yang unik di komunitas social. Dia juga seorang kutu buku. Jadi kita cocok deh. Honestly, dia amat berjasa sekali membantu saya mengeksekusi koleksi buku-buku saya yang luamayan buaaaanyaak ini. Pertemuan saya dengan Egi pun sungguh unik sekali. Dia adalah adik kelas saya sewaktu SMA, tapi kami belum pernah kenal sebelumnya, bahkan dia mungkin tak mengenal saya. Tapi, saya tahu kalau dia adik kelas saya di SMA. Terpaut satu tahun dengan saya. Dulu kalau tidak salah dia juga bersekolah di SD yang sama dengan saya, dan setelah saya konfirmasi saat kami sudah saling kenal, ternyata benar. Bapak s...